Asal Usul Nama Gunung Krakatau: Dari Rakata hingga Krakatoa
Mengapa namanya Krakatau? Telusuri asal-usul nama Krakatau, hubungan dengan Rakata, perubahan ejaan Krakatoa, dan teori yang paling masuk akal.
Senin, 7 September 2026
Penulis
Penulis & Editor, Tempat Wisata Indonesia
Endo Sadewa adalah dokter gigi yang aktif menulis dan menelaah artikel ilmiah di jurnal terindeks. Seluruh artikel di Tempat Wisata Indonesia ditulis dan diperiksa olehnya sendiri, dengan kebiasaan kerja yang sama seperti saat menyusun naskah ilmiah: klaim ditelusuri sampai ke sumber aslinya, dan artikel yang bersandar pada riset selalu mencantumkan DOI yang bisa diperiksa pembaca. Fokusnya bukan menjadi ahli pariwisata, melainkan memastikan setiap klaim punya sumber yang jelas.
Mengapa namanya Krakatau? Telusuri asal-usul nama Krakatau, hubungan dengan Rakata, perubahan ejaan Krakatoa, dan teori yang paling masuk akal.

Yang bikin orang gagal naik kapal PELNI biasanya bukan kehabisan tiket, tapi aturan kecil yang tidak dibaca: e-tiket harus ditukar 24 jam sebelum berangkat, pemesanan tutup satu hari sebelum keberangkatan, dan pembatalan hanya bisa di loket cabang. Semua ketentuan di halaman ini dari sumber resmi PELNI.
Peneliti IPB menyelami 12 stasiun di tiga pulau wisata Kepulauan Seribu, masing-masing pada dua kedalaman. Di kedalaman snorkeling, hanya 1 dari 12 stasiun berkondisi baik. Di kedalaman menyelam, 6 dari 12. Perbedaan itu punya penyebab yang sangat spesifik.
Pada September 2026, Gunung Anak Krakatau berada pada Level III (Siaga). Pemerintah merekomendasikan masyarakat, wisatawan, dan pengunjung untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas/kawah aktif.

Peneliti ikut berlayar dua hari satu malam dari Labuan Bajo, lalu mencocokkan apa yang ada di kapal dengan apa yang diwajibkan aturan. Kasurnya nyaman, makanannya baik, pemandangannya luar biasa. Alat pemadam apinya tidak ada. Ini daftar yang layak Anda periksa sebelum naik.

Ada 16 tanggal merah sepanjang 2027. Tapi tidak semuanya punya kepastian yang sama: sebagian ditetapkan undang-undang, sebagian hasil perhitungan, dan sebagian lagi masih bisa bergeser satu hari. Halaman ini menandai perbedaannya satu per satu.
Peneliti menanyai 74 warga Kampung Kuin dengan 21 pernyataan tentang masakan Banjar. Skor tertinggi 4,47 untuk pentingnya mengajarkan resep. Skor terendah 2,36 untuk satu hal yang mengejutkan, yaitu peran pasar terapung sebagai sumber bahan masakan.
Peneliti menilai Geosite Sipinsur di Humbang Hasundutan memakai enam kriteria berbobot. Hasil akhirnya 73,98 persen dan dinyatakan layak dikembangkan. Namun satu kriteria berhenti di 41,67 persen, dan angka itu menjelaskan kenapa hampir sepertiga pengunjung pulang setelah kurang dari empat jam.

Menempuh Jakarta–Surabaya lewat Trans Jawa membutuhkan Rp 851.500 untuk mobil golongan I — dijumlahkan dari 13 tarif gerbang resmi. Halaman ini menampilkan rinciannya lengkap dengan nomor Keputusan Menteri, supaya Anda bisa memeriksa sendiri.
Peneliti meminta 127 wisatawan asing mengurutkan 25 daya tarik etnobudaya Lombok. Arak-arakan pengantin menang di atas desa adat yang selama ini menjadi andalan promosi. Dan ada satu keluhan yang jarang terdengar: wisatawan justru tidak ingin disambut dalam bahasa Inggris.
Peneliti IPB mencatat jam mencari makan tiap jenis primata di Tahura Sultan Syarif Hasyim. Lutung pukul 09.30, monyet ekor panjang pukul 15.00, beruk pukul 16.00. Hutan ini berjarak 25 kilometer dari pusat Pekanbaru dan bisa ditempuh 37 menit.
Peneliti menyaring 383 wisatawan menjadi 344 responden, lalu bertanya kawasan ekowisata Banyuwangi mana yang mereka pilih. Kawah Ijen dipilih 223 orang, Alas Purwo 90 orang, Meru Betiri hanya 31 orang. Ketimpangan itu punya jalan keluar yang direkomendasikan peneliti sendiri.