Tempat WisataIndonesia

Kenapa Bandung Utara Selalu Padat Padahal Mal-nya Lebih Sedikit? Ini Jawaban dari Riset

Admin TWI 13 Juli 2026 3 menit baca
Kenapa Bandung Utara Selalu Padat Padahal Mal-nya Lebih Sedikit? Ini Jawaban dari Riset

Di kebanyakan kota, makin banyak mal makin ramai. Di Bandung, polanya justru terbalik total -- dan datanya membuktikan kenapa.

Ini kedengarannya berlawanan dengan akal sehat: di kebanyakan kota, semakin banyak mal di suatu kawasan, semakin ramai dan semakin mahal sewa penginapan di sekitarnya. Tapi di Bandung, pola itu justru terbalik. Riset spasial yang menganalisis ribuan listing akomodasi menemukan bahwa kepadatan mal di Bandung berkorelasi negatif dengan pendapatan sewa -- kebalikan total dari pola di Jakarta.

Utara vs Selatan: Dua Bandung yang Berbeda

Peta sebaran dari riset ini menunjukkan sesuatu yang menarik: klaster akomodasi bernilai tinggi terkonsentrasi kuat di Bandung Utara, sementara area selatan dan timur justru menjadi titik sepi. Bukan kebetulan -- Bandung Utara berada di ketinggian sekitar 1.050 meter di atas permukaan laut, jauh lebih sejuk dibanding selatan yang hanya sekitar 675 mdpl. Kawasan ini juga mewarisi jejak sejarah kolonial: vila-vila mewah yang dulu dimiliki warga Belanda terkonsentrasi di sana, dan karakter itu bertahan hingga sekarang lewat vila modern yang dikelilingi tempat wisata alam.

Apa yang Sebenarnya Mendorong Wisatawan?

Dua faktor terbukti signifikan secara statistik untuk pendapatan akomodasi di Bandung: kepadatan hotel dan kepadatan restoran. Kenaikan kepadatan restoran di suatu kawasan berasosiasi kuat dengan kenaikan pendapatan, bahkan turut mendongkrak kawasan tetangganya juga -- mengonfirmasi sesuatu yang mungkin sudah kamu duga sendiri: Bandung adalah kota yang wisatawannya datang untuk makan enak dan menikmati udara sejuk, bukan berburu diskon di pusat perbelanjaan.

Kawasan yang Layak Dicoba

  • Dago dan sekitarnya - pemandangan pegunungan sambil menikmati kuliner, karakteristik khas Bandung Utara.
  • Lembang - area sejuk dengan konsentrasi wisata alam terpadat, termasuk akses ke Kawah Putih Ciwidey yang legendaris.
  • Braga - jalan bersejarah dengan bangunan kolonial, kafe, dan toko lama yang tetap hidup.

Penilaian Jujur

Kalau kamu berencana ke Bandung dan bingung memilih kawasan menginap, riset ini memberi jawaban sederhana: prioritaskan kedekatan dengan restoran dan suasana sejuk dataran tinggi, bukan kedekatan dengan mal. Bandung membuktikan tidak semua kota punya rumus wisata yang sama.

Sumber: Aritenang, A.F. & Shabrina, Z., "Understanding the spatial pattern and determinants of Airbnb revenue through a spatial regression approach: Perspective from Indonesian cities," PLOS One 20(10):e0333738, 2025. DOI: 10.1371/journal.pone.0333738.

Iklan

Destinasi Terkait

Siap merencanakan liburanmu?

Susun itinerary dan hitung estimasi budget hanya dalam beberapa klik.

Diskusi (0)

Belum ada komentar. Bagikan pendapatmu di bawah.

Komentar ditinjau admin sebelum tampil.

Artikel Lainnya