Metodologi
Bagaimana Artikel dan Skor Kami Disusun
Halaman ini menjelaskan dua hal: cara artikel riset kami dibangun dari jurnal terindeks, dan cara TWI Editorial Score dihitung saat kami menilai sebuah destinasi. Keduanya kami buka supaya Anda bisa menimbang sendiri seberapa jauh tulisan kami layak dipercaya.
Metodologi Artikel Riset
Artikel bertopik budaya, sejarah, dan tradisi kami perlakukan seperti naskah ilmiah kecil: ada sumbernya, ada penelusurannya, dan ada nama orang yang bertanggung jawab atasnya.
- 1
Memilih sumber
Artikel budaya dan sejarah kami bangun dari publikasi ilmiah, bukan dari rangkuman blog lain. Kami mendahulukan jurnal yang terindeks Scopus atau basis data akademik setara, lalu terbitan universitas dan lembaga resmi. Bila sebuah klaim hanya beredar di sumber sekunder tanpa rujukan asli, klaim itu tidak kami tulis sebagai fakta.
- 2
Menelusuri sampai ke naskah asli
Kami membaca naskah aslinya, bukan kutipan tentang naskah itu. Praktik ini kami bawa dari kebiasaan menelaah artikel ilmiah: sebuah pernyataan baru dianggap sahih setelah ditelusuri ke sumber pertamanya. Kalau naskahnya berbayar dan tidak bisa kami akses utuh, kami katakan apa adanya.
- 3
Mencantumkan DOI
Artikel yang bersandar pada riset akademik menampilkan DOI yang bisa Anda klik di dekat nama penulis. DOI adalah alamat permanen menuju publikasi aslinya, sehingga Anda tidak perlu memercayai kami begitu saja. Silakan periksa sendiri.
- 4
Memisahkan fakta dari perkiraan
Informasi praktis seperti harga tiket dan jam buka berubah cepat. Angka yang belum kami verifikasi ulang kami tandai sebagai estimasi, lengkap dengan anjuran memeriksa langsung sebelum berangkat. Kami memilih terlihat kurang meyakinkan daripada terdengar pasti tetapi keliru.
- 5
Memeriksa lisensi gambar
Foto yang kami pakai berasal dari sumber berlisensi terbuka seperti Wikimedia Commons. Status lisensi dan atribusinya kami periksa lewat API Wikimedia sebelum gambar dipasang, dan kredit fotografernya kami cantumkan. Untuk artikel bertema pemakaman dan ritual kematian, kami sengaja memilih gambar arsitektur, lanskap, atau upacara dari kejauhan, dan membahas detail yang sensitif lewat teks saja.
- 6
Siapa yang memverifikasi
Situs ini dikelola satu orang, dan itu kami sampaikan terus terang. Penulisan sampai pemeriksaan akhir dilakukan oleh Endo Sadewa, yang namanya tercantum di setiap artikel, bukan oleh akun tanpa identitas. Tidak ada lapisan penyunting kedua, jadi laporan pembaca adalah mekanisme koreksi yang kami andalkan.
Menemukan klaim yang tidak sesuai dengan sumbernya? Itu justru laporan yang paling kami hargai. Cara melaporkannya ada di kebijakan koreksi, dan tim yang menanganinya tercantum di halaman redaksi.
TWI Editorial Score
TWI Score adalah penilaian editorial untuk membantu Anda membandingkan destinasi secara konsisten. Ini bukan rating mutlak, melainkan panduan kurasi berdasarkan enam komponen berikut.
Keunikan
20%Seberapa khas dan berbeda destinasi dibanding tempat sejenis — pemandangan, pengalaman, atau nilai sejarah/budaya.
Aksesibilitas
20%Kemudahan menjangkau lokasi: kondisi jalan, jarak dari pusat kota, ketersediaan transportasi, dan papan petunjuk.
Ramah Keluarga
15%Kecocokan untuk berbagai usia, keamanan, dan ketersediaan fasilitas pendukung untuk anak dan lansia.
Nilai untuk Uang
20%Kesepadanan antara biaya (tiket, parkir, dll.) dengan pengalaman yang didapatkan.
Fasilitas
15%Kelengkapan fasilitas: toilet, parkir, tempat ibadah, area makan, dan kebersihan.
Kenyamanan
10%Tingkat keramaian dan kenyamanan berkunjung, termasuk potensi antrean dan kepadatan.
Cara membaca skor
Setiap komponen dinilai pada skala 0–100, lalu digabungkan dengan bobot di atas menjadi satu angka TWI Score. Sebagai panduan umum:
- 85+ — Luar Biasa: destinasi unggulan yang sangat direkomendasikan.
- 72–84 — Sangat Baik: destinasi kuat dengan sedikit catatan.
- 60–71 — Baik: layak dikunjungi sesuai minat tertentu.
- <60 — Cukup: punya nilai, tapi pertimbangkan ekspektasi.
Keterbatasan
Skor bersifat subjektif-editorial dan dapat berubah seiring pembaruan data atau perubahan kondisi lapangan. Selera setiap orang berbeda — gunakan TWI Score sebagai titik awal, bukan satu-satunya pertimbangan.