Liburan Cashless: Cara Bayar Pakai QRIS dan E-Wallet Saat Traveling di Indonesia
Traveling tanpa banyak uang tunai kini makin mudah berkat QRIS dan e-wallet. Simak cara bayar cashless saat liburan di Indonesia, plus tips agar tetap aman dan anti ribet.
Liburan cashless bukan lagi sekadar gaya hidup, melainkan kebutuhan praktis saat menjelajah Indonesia. Berkat QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), kamu bisa membayar di banyak tempat, dari kafe kekinian hingga warung dan pedagang pasar, hanya dengan memindai satu kode lewat aplikasi pembayaran. Tak perlu lagi repot menyiapkan uang pas atau khawatir kehabisan tunai.
Apa Itu QRIS dan Kenapa Memudahkan Traveler?
QRIS adalah standar kode QR pembayaran nasional yang memungkinkan satu kode dipindai oleh berbagai aplikasi e-wallet maupun mobile banking. Bagi traveler, ini berarti kamu tidak perlu menebak aplikasi apa yang diterima penjual; selama ada logo QRIS, hampir semua dompet digital bisa dipakai.
Iklan
Tips Bayar Cashless Saat Liburan
1. Siapkan lebih dari satu metode
Punya satu atau dua e-wallet dan satu kartu sebagai cadangan. Jika satu aplikasi bermasalah, kamu tetap bisa bertransaksi.
2. Isi saldo secukupnya sebelum berangkat
Top up saldo sesuai perkiraan kebutuhan agar tidak kerepotan mencari tempat isi ulang di tengah perjalanan.
3. Tetap bawa sedikit uang tunai
Di beberapa destinasi pelosok, parkir, toilet umum, atau pedagang kecil mungkin belum menerima QRIS. Uang tunai secukupnya tetap penting sebagai cadangan.
4. Pastikan koneksi internet stabil
Pembayaran digital butuh internet. Inilah alasan eSIM atau paket data yang andal sangat membantu agar transaksi tidak gagal di tengah jalan.
5. Selalu cek nominal sebelum konfirmasi
Pastikan jumlah yang tertera sudah benar sebelum menekan bayar, dan simpan bukti transaksi bila perlu.
Menjaga Keamanan Transaksi Digital
Aktifkan kunci aplikasi (PIN, sidik jari, atau wajah), jangan bagikan kode OTP kepada siapa pun, dan hindari memindai kode QR mencurigakan dari sumber tak dikenal. Gunakan jaringan yang aman saat bertransaksi, dan segera laporkan jika ada aktivitas mencurigakan pada akunmu.
Dengan pembayaran yang praktis, kamu bisa lebih fokus menikmati perjalanan. Cari destinasi seru di Tempat Wisata Indonesia dan baca tips liburan lainnya untuk persiapan yang matang.
Iklan
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah QRIS bisa dipakai di semua aplikasi pembayaran?
Selama aplikasimu mendukung QRIS, satu kode bisa dipindai oleh berbagai e-wallet dan mobile banking. Inilah keunggulan utamanya.
Apakah aman liburan tanpa uang tunai sama sekali?
Sebagian besar kota besar sangat ramah cashless, tetapi tetap bawa sedikit tunai untuk berjaga-jaga di lokasi yang belum mendukung pembayaran digital.
Penutup
Pembayaran cashless lewat QRIS dan e-wallet membuat liburan di Indonesia makin praktis dan ringkas. Siapkan beberapa metode, jaga keamanan akun, dan tetap sediakan sedikit tunai sebagai cadangan. Selamat berlibur tanpa ribet!
Menemukan kekeliruan data pada artikel ini? Laporkan kepada kami dan baca kebijakan koreksi kami.
Siap merencanakan liburanmu?
Baca catatan lapangan destinasi lain, atau telusuri artikel riset kami.
Iklan
Artikel Lainnya
Filosofi Pencak Silat: Tangannya Terbuka, dan Itu Bukan Kebetulan
Kalau Anda perhatikan kuda-kuda pencak silat, tangannya jarang mengepal. Hampir selalu terbuka. Sebuah kajian dari Universitas Sebelas Maret menjelaskan kenapa, lalu mencatat sesuatu yang jarang dibicarakan: silat pernah dilarang, dua kali, oleh dua pemerintahan yang berbeda.
Borobudur: Candi Buddha yang Dijadikan Milik Seluruh Bangsa Indonesia
Hanya sebagian kecil orang Indonesia punya ikatan keagamaan dengan Borobudur, dan lebih sedikit lagi keturunan Sailendra yang membangunnya. Tetapi candi itu menjadi monumen nasional. Sebuah kajian dari ANU menelusuri bagaimana hal itu terjadi, dan apa yang dikorbankan.
Tabot Bengkulu: Ritual Sepuluh Hari dan Batik Bertulisan Arab
Setiap 1 sampai 10 Muharram, Kota Bengkulu menjalankan rangkaian upacara yang tiap tahapnya punya nama, jam, dan lokasi sendiri. Yang diperingati peristiwa tahun 680 di Karbala, dan yang membawanya diperkirakan pekerja India selatan yang dulu membangun Benteng Marlborough.
