Tabot Bengkulu: Ritual Sepuluh Hari dan Batik Bertulisan Arab
Setiap 1 sampai 10 Muharram, Kota Bengkulu menjalankan rangkaian upacara yang tiap tahapnya punya nama, jam, dan lokasi sendiri. Yang diperingati peristiwa tahun 680 di Karbala, dan yang membawanya diperkirakan pekerja India selatan yang dulu membangun Benteng Marlborough.
Bengkulu jarang masuk rencana perjalanan siapa pun. Padahal setahun sekali kota ini menjalankan salah satu rangkaian upacara paling terstruktur di Indonesia: sepuluh hari berturut-turut, tiap hari punya nama tahapnya sendiri, jamnya sendiri, dan lokasinya sendiri.
Sebuah penelitian yang terbit di jurnal Local Wisdom terbitan Universitas Merdeka Malang pada 2024 memetakan seluruh rangkaian itu tahap demi tahap. Metodenya kualitatif etnografis dengan pendekatan deskriptif, dan hasilnya adalah sesuatu yang jarang tersedia untuk sebuah upacara adat, yaitu jadwal yang bisa dibaca orang luar.
Kota yang Jarang Masuk Rencana Perjalanan
Sedikit gambaran tempatnya lebih dulu. Menurut naskah, Kota Bengkulu berluas 144,52 kilometer persegi dengan ketinggian rata-rata kurang dari 500 meter di atas permukaan laut. Penduduknya pada 2020 tercatat 371.828 jiwa, terdiri atas 187.655 laki-laki dan 184.173 perempuan.
Batasnya: Kabupaten Seluma di selatan, Samudra Hindia di barat, serta Kabupaten Bengkulu Tengah di utara dan timur.
Satu hal lagi yang dicatat naskah dan jarang diketahui orang di luar Sumatra: kota ini adalah tempat pengasingan Bung Karno, presiden pertama Republik Indonesia, pada 1939 sampai 1942 di masa pemerintahan Hindia Belanda.
Iklan
Dari Karbala ke Pantai Barat Sumatra
Naskah mencatat dua penjelasan tentang asal-usulnya, dan keduanya tidak saling meniadakan.
Penjelasan pertama menyangkut akarnya. Sejarah upacara ini berasal dari tradisi kelompok Syiah yang memperingati wafatnya Husein di Padang Karbala pada tahun 680.
Penjelasan kedua menyangkut bagaimana tradisi itu sampai ke Bengkulu. Naskah menyebut pekerja Muslim Syiah dari Madras dan Benggala di India selatan membawanya ketika membangun Benteng Marlborough di bawah komando Inggris.
Nama "Tabot" sendiri berasal dari bahasa Arab, yang berarti peti atau kotak kayu.
Tokoh yang disebut naskah sebagai perintis upacara Tabot di Bengkulu adalah Imam Senggolo, yang juga dikenal sebagai Syeh Burhanuddin. Makamnya berada di kompleks pemakaman umum Karabela, dan justru ke sanalah seluruh rangkaian sepuluh hari itu bermuara.
Sepuluh Hari, dan Apa yang Terjadi di Tiap Hari
Ini bagian yang paling berguna bagi orang yang berencana datang. Upacara Tabot digelar setiap tahun dari 1 sampai 10 Muharram.
- 1 Muharram, malam. Prosesi pengambilan tanah yang dianggap mengandung nilai sakral, dilakukan pukul 22.00 WIB. Lokasi pertama di Keramat Tapak Paderi tepat di tepi laut, sekitar 100 meter ke utara dari Benteng Marlborough. Lokasi kedua di Keramat Anggut, di pemakaman umum Pasar Tebat, bersebelahan langsung dengan Monumen Hamilton.
- 4 Muharram. Rangkaian pengambilan tanah berlanjut.
- 5 Muharram, sore. Prosesi mencuci Penja, yaitu benda berbentuk telapak tangan dari kuningan atau tembaga. Pencuciannya disertai sesajian berupa air serbat, susu murni, air kopi pahit, air cendana dan selasih, jeruk nipis, pisang emas dan tebu, serta nasi kebuli dan keripik.
- 6 dan 7 Muharram, pukul 20.00 sampai 23.00 WIB. Kelompok Tabot Bangsal mengunjungi kelompok Tabot Berkas pada 6 Muharram, lalu sebaliknya pada 7 Muharram. Acaranya digelar di lapangan terbuka yang disiapkan masing-masing kelompok, diiringi tabuhan dol.
- 8 Muharram, malam. Prosesi Penja bersanding, atau arak jari-jari. Tiap kelompok Tabot mengirim tim berisi 10 orang, sebagian besar anak-anak dan remaja. Rutenya melewati jalan-jalan utama, dimulai dan diakhiri di depan Rumah Dinas Gubernur Bengkulu.
- 9 Muharram, pukul 19.00 sampai 21.00 WIB. Prosesi arak sorban, dengan sorban putih di atas Coki Tabot atau Tabot kecil, disertai bendera berkaligrafi.
- Masa Gam. Ada jeda resmi ketika seluruh kegiatan dihentikan, berlangsung dari pukul 07.00 WIB sampai sekitar pukul 16.00 WIB.
- Arak Gedang, mulai pukul 19.00 WIB. Seluruh kelompok Tabot bergerak dari markas masing-masing melalui rute yang sudah ditentukan, lalu bertemu di jalan protokol membentuk Arak Gedang atau Arak Akbar di alun-alun utama. Naskah mencatat acara ini digelar pada 9 Muharram atau malam ke-10 Muharram.
- 10 Muharram, mulai pukul 09.00 WIB. Tabot Tebuang, penutup seluruh rangkaian. Semua Tabot berkumpul di Lapangan Merdeka di depan kantor gubernur. Sekitar pukul 10.00 WIB iring-iringan dilepas langsung oleh Gubernur Bengkulu menuju kompleks pemakaman umum Karabela, tempat Imam Senggolo dimakamkan.
Perhatikan pola yang muncul kalau daftar itu dibaca berurutan. Rangkaian ini dimulai dari tanah yang diambil di tepi laut dekat sebuah benteng Inggris, dan berakhir di sebuah makam. Di antaranya ada kunjungan antarkelompok, tabuhan dol, arak-arakan malam, dan satu hari penuh yang sengaja dikosongkan.
Iklan
Batik Besurek dan Tujuh Motifnya
Kearifan lokal kedua yang dibahas naskah ini adalah kainnya.
Batik Besurek, yang namanya berarti kain "bersurat" atau bertulis, memakai kaligrafi Arab sebagai unsur utamanya. Naskah menyebut kain ini kini memiliki tujuh macam motif: kaligrafi Arab, bulan, bunga melati, burung kuau, pohon hayat, gabungan cengkih dan bunga cempaka, serta gabungan relung paku dan burung merpati.
Motif Arabnya, menurut naskah, menandakan akulturasi budaya lokal dengan budaya Arab. Ciri warnanya cenderung merah kecokelatan dan merah manggis.
Yang menarik adalah nasibnya hari ini. Dukungan pemerintah membuat kain Besurek dipakai sebagai bahan pakaian dinas serta seragam murid sekolah dasar dan perguruan tinggi. Artinya kain yang dulu dipakai untuk busana upacara kini dipakai anak-anak berangkat sekolah. Itu bentuk pelestarian yang jarang terjadi pada wastra daerah lain.
Kenapa Keduanya Dijadikan Merek Kota
Bagian akhir naskah membahas alasan Tabot dan Batik Besurek diangkat menjadi identitas kota.
Pada rapat perencanaan pembangunan Provinsi Bengkulu 2022, gubernur meresmikan merek "Natural Bengkulu" menggantikan merek "Wonderful Bengkulu" yang dipakai sejak 2020.
Logonya memakai bunga Rafflesia arnoldii, salah satu dari tiga bunga nasional Indonesia. Naskah menjelaskan logogramnya dibentuk dari gabungan huruf "u" untuk kata natural dan huruf "n" untuk kata Bengkulu, sementara huruf "e" pada kata Bengkulu memuat ikon sederhana bunga dandelion, bunga yang bisa hidup di berbagai kondisi lahan. Warna putih pada tulisannya dimaksudkan menegaskan bahwa provinsi ini menjaga kemurnian dan kelestarian alamnya.
Kesimpulan naskahnya: kearifan lokal Tabot dan Batik Besurek sebagai identitas budaya dapat menjadi merek kota. Rekomendasinya termasuk menerapkan motif keduanya pada bangunan publik supaya kotanya punya identitas yang padu.
Hal yang Bisa Diperhatikan Wisatawan
Tanggalnya mengikuti kalender Hijriah, bukan Masehi. Karena digelar 1 sampai 10 Muharram, tanggal Masehinya bergeser sekitar sebelas hari lebih awal setiap tahun. Cek kalender Hijriah tahun berjalan sebelum memesan tiket.
Kalau hanya bisa datang satu hari, pilih 10 Muharram. Hari itu seluruh Tabot berkumpul di Lapangan Merdeka sejak pukul 09.00 WIB dan dilepas sekitar pukul 10.00 WIB menuju Karabela. Satu hari itu memuat puncak seluruh rangkaian.
Kalau bisa dua malam, tambahkan malam Arak Gedang. Di situlah seluruh kelompok bertemu di satu titik, dan itu yang paling ramai.
Benteng Marlborough ada di dalam ceritanya, bukan di sebelahnya. Lokasi pengambilan tanah pertama hanya sekitar 100 meter di utara benteng itu. Jadi mengunjungi bentengnya dan mengikuti Tabot bukan dua agenda terpisah.
Cari Batik Besurek yang bermotif, bukan sekadar berwarna. Tujuh motif yang disebut naskah adalah patokan yang bisa Anda pakai untuk menilai kain yang ditawarkan kepada Anda.
Kesimpulan
Kebanyakan upacara adat sulit diikuti orang luar karena jadwalnya tidak pernah tertulis. Yang membuat penelitian ini berguna adalah ia menuliskannya: nama tiap tahap, jamnya, dan tempatnya.
Dan kalau daftar itu dibaca sekali lagi, terlihat bahwa Tabot bukan pertunjukan yang kebetulan berlangsung sepuluh hari. Ia rangkaian dengan awal dan akhir yang jelas, dari tanah di tepi laut sampai sebuah makam, yang sudah berjalan di kota ini jauh sebelum kota ini punya merek.
Sumber: Soni, A., Karman, W.S., YM, H., & Yanasari, W. (2024). Local Wisdom "Tabot and Batik Besurek" in Supporting City Branding Planning in Bengkulu Indonesia Province. Local Wisdom: Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal, 16(2), 85-96. DOI: 10.26905/lw.v16i2.10789
Menemukan kekeliruan data pada artikel ini? Laporkan kepada kami dan baca kebijakan koreksi kami.
Siap merencanakan liburanmu?
Baca catatan lapangan destinasi lain, atau telusuri artikel riset kami.
Iklan
Artikel Lainnya

Long Weekend 2027: Cara Menukar 1 Hari Cuti Jadi 5 Hari Libur
Sepanjang 2027 ada 8 rentang libur panjang kalau Anda bersedia mengambil paling banyak satu hari cuti. 2 di antaranya bahkan tidak butuh cuti sama sekali. Semuanya dihitung dari tanggal merah, bukan disalin dari situs lain.
Kepulauan Banda: Empat Abad Berlalu, Penduduknya Naik 25 Persen
Pulau Run di Maluku pernah ditukar dengan pulau yang kini bernama Manhattan. Itu bagian yang sering diceritakan. Yang jarang diceritakan ada di penelitian yang sama: setelah empat abad, penduduk Kepulauan Banda hanya 25 persen lebih banyak daripada sebelum kapal-kapal itu datang.
Jambi Punya Empat Taman Nasional, Jarang Masuk Daftar Perjalanan
Sebutkan satu taman nasional di Jambi. Kebanyakan orang tidak bisa, padahal ada empat, salah satunya membentang di empat provinsi sekaligus. Kajian 2023 mengumpulkan isinya, lalu menutup dengan satu desa pesisir yang oleh penelitinya sendiri disebut masih belum dikenal umum.
