Jika Anak Krakatau Meletus, Apa yang Harus Dilakukan?

Endo Sadewa 6 September 2026 10 menit baca
Jika Anak Krakatau Meletus, Apa yang Harus Dilakukan?

Pada September 2026, Gunung Anak Krakatau berada pada Level III (Siaga). Pemerintah merekomendasikan masyarakat, wisatawan, dan pengunjung untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas/kawah aktif.

Erupsi Gunung Anak Krakatau dapat menimbulkan berbagai bahaya, mulai dari lontaran material vulkanik, lava, awan panas, hujan abu, hingga bahaya sekunder yang dapat memengaruhi wilayah pesisir. Karena itu, ketika Anak Krakatau mengalami erupsi, hal terpenting bukan mendekat untuk melihat kondisi gunung, melainkan mengetahui posisi Anda, mengikuti informasi resmi, dan siap bergerak apabila ada perintah evakuasi.

Kondisi Anak Krakatau dapat berubah dengan cepat. Rekomendasi keselamatan juga dapat berubah mengikuti hasil pemantauan PVMBG, BMKG, BNPB, dan pemerintah daerah. Karena itu, informasi dalam artikel ini sebaiknya digunakan sebagai panduan kesiapsiagaan, bukan sebagai pengganti instruksi petugas di lapangan.

Catatan terbaru: Pada September 2026, Gunung Anak Krakatau berada pada Level III (Siaga). Pemerintah merekomendasikan masyarakat, wisatawan, dan pengunjung untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas/kawah aktif.

Jika Anak Krakatau Meletus, Apa yang Harus Dilakukan?

Jika Anda sedang berada di sekitar kawasan terdampak, lakukan beberapa langkah berikut secara berurutan:

  1. Jangan mendekati gunung untuk melihat erupsi.

  2. Jauhkan diri dari zona bahaya yang ditetapkan PVMBG.

  3. Gunakan masker dan pelindung mata jika terjadi hujan abu.

  4. Pantau informasi resmi dari PVMBG, BMKG, BNPB, BPBD, dan pemerintah daerah.

  5. Ketahui jalur evakuasi dan titik kumpul terdekat.

  6. Segera evakuasi apabila ada perintah dari pihak berwenang.

  7. Jika berada di pesisir dan terdapat peringatan tsunami, segera bergerak menuju tempat evakuasi sesuai arahan resmi.

BNPB secara umum merekomendasikan masyarakat yang menghadapi erupsi gunung api untuk berada di tempat aman, menggunakan masker dan kacamata pelindung, serta terus mengikuti arahan petugas.


Iklan

1. Jangan Mendekati Anak Krakatau untuk Melihat Erupsi

Kesalahan yang perlu dihindari adalah menganggap erupsi sebagai kesempatan untuk mendapatkan foto atau video dari jarak dekat.

Lontaran material vulkanik dapat terjadi tanpa memberikan waktu yang cukup bagi seseorang untuk menghindar. Karena itu, jangan memasuki zona yang telah ditutup hanya untuk melihat lava, mengambil foto, atau membuat konten.

Pada kondisi Level III saat ini, PVMBG merekomendasikan agar masyarakat, wisatawan, dan pengunjung tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Jangan menjadikan jarak yang terlihat aman dari mata sebagai patokan. Gunakan batas kawasan yang ditetapkan oleh otoritas kebencanaan.


2. Jika Berada di Pesisir, Tetap Waspada tetapi Jangan Panik

Aktivitas Anak Krakatau sering menimbulkan kekhawatiran mengenai tsunami, terutama karena masyarakat masih mengingat tsunami Selat Sunda pada 2018.

Kekhawatiran tersebut memiliki dasar ilmiah: tsunami memang dapat terjadi akibat aktivitas vulkanik tertentu, termasuk longsoran material gunung api ke laut. BNPB mencatat bahwa tsunami dapat dipicu oleh erupsi gunung api maupun longsoran bawah laut.

Namun, setiap erupsi Anak Krakatau tidak berarti tsunami sedang terjadi atau pasti akan terjadi.

Pada evaluasi terbaru yang diberitakan BNPB, tubuh Anak Krakatau yang terbentuk kembali setelah peristiwa 2018 masih relatif kecil sehingga tidak dinilai berpotensi mengalami keruntuhan dalam skala besar yang dapat memicu tsunami pada kondisi tersebut. Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan dan masyarakat diminta mengikuti perkembangan resmi.

Jadi, respons yang tepat adalah:

waspada terhadap peringatan resmi, tetapi jangan menyebarkan rumor tsunami yang belum terverifikasi.


Iklan

3. Kenali Tanda dan Informasi yang Harus Membuat Anda Bergerak

Jangan menunggu sampai melihat gelombang besar untuk mulai memikirkan evakuasi.

Jika pemerintah atau otoritas berwenang mengeluarkan peringatan evakuasi tsunami, segera ikuti jalur evakuasi yang telah ditentukan.

BMKG secara khusus mengimbau masyarakat di pesisir Selat Sunda untuk memahami jalur dan tempat evakuasi serta prosedur kesiapsiagaan apabila peringatan evakuasi resmi diterbitkan.

Bagi wisatawan, hal ini berarti Anda sebaiknya mengetahui:

  • lokasi Anda saat ini;

  • arah menuju tempat yang lebih aman;

  • jalur evakuasi;

  • titik kumpul;

  • akses keluar dari kawasan pantai;

  • dan informasi resmi yang harus dipantau.

Jangan menunggu orang lain mulai berlari baru memutuskan apa yang harus dilakukan.


4. Jika Terjadi Hujan Abu Vulkanik

Abu vulkanik dapat mengganggu penglihatan dan menyebabkan iritasi pada mata serta saluran pernapasan.

Jika abu mulai turun:

Gunakan masker

Masker membantu mengurangi paparan partikel abu yang terhirup. BNPB juga merekomendasikan penggunaan masker dalam menghadapi paparan abu vulkanik.

Lindungi mata

Gunakan kacamata pelindung apabila tersedia. Hindari mengucek mata apabila terkena abu.

Kurangi aktivitas di luar ruangan

Jika tidak ada kebutuhan mendesak untuk keluar, tetap berada di dalam bangunan yang aman dan kurangi paparan langsung terhadap abu.

Ikuti informasi mengenai arah sebaran abu

Arah dan luas sebaran abu dapat dipengaruhi kondisi angin. Jangan mengandalkan perkiraan pribadi mengenai apakah lokasi Anda aman dari abu.


5. Jangan Mengandalkan Video di Media Sosial

Saat Anak Krakatau aktif, media sosial biasanya dipenuhi foto dan video erupsi.

Masalahnya, tidak semua video yang beredar merupakan rekaman terbaru.

BNPB pernah mengingatkan masyarakat mengenai beredarnya video lama erupsi Anak Krakatau 2018 yang disebarkan seolah-olah merupakan kondisi terkini.

Karena itu, sebelum meneruskan informasi, periksa:

  • tanggal publikasi;

  • lokasi kejadian;

  • sumber video;

  • keterangan PVMBG;

  • informasi BNPB atau BPBD;

  • dan informasi BMKG jika berkaitan dengan potensi tsunami.

Video viral bukan sistem peringatan dini.


6. Pantau Sumber Informasi Resmi

Untuk informasi mengenai status gunung api, gunakan sumber resmi.

Prioritaskan:

  • PVMBG/Badan Geologi untuk aktivitas dan rekomendasi gunung api;

  • BMKG untuk informasi gempa bumi, tsunami, dan kondisi terkait;

  • BNPB untuk informasi kebencanaan nasional;

  • BPBD setempat untuk instruksi dan kondisi lapangan;

  • pemerintah daerah dan petugas di lokasi.

Jangan membuat keputusan keselamatan berdasarkan unggahan anonim, pesan berantai, atau komentar media sosial.


7. Jika Ada Perintah Evakuasi, Jangan Menunda

Evakuasi bukan waktu untuk mengambil foto terakhir, mengambil barang sebanyak mungkin, atau kembali mencari kendaraan yang tertinggal.

Jika sudah ada instruksi evakuasi:

  1. Tetap tenang.

  2. Bawa barang penting yang sudah disiapkan.

  3. Ikuti jalur evakuasi.

  4. Jangan mengambil jalur alternatif yang belum diketahui keamanannya.

  5. Bantu anak-anak, lansia, dan orang yang membutuhkan bantuan.

  6. Ikuti instruksi petugas.

  7. Jangan kembali sebelum dinyatakan aman.

BNPB menekankan pentingnya kesiapan jalur evakuasi, titik kumpul, sarana komunikasi, dan kebutuhan dasar apabila terjadi perubahan aktivitas yang membutuhkan evakuasi.


8. Apa yang Sebaiknya Disiapkan Sebelum Terjadi Erupsi?

Kesiapsiagaan paling efektif dilakukan sebelum keadaan menjadi darurat.

Jika tinggal atau sedang bepergian di kawasan yang berpotensi terdampak, siapkan:

  • masker;

  • kacamata pelindung;

  • obat pribadi;

  • air minum;

  • makanan praktis;

  • senter;

  • baterai atau power bank;

  • dokumen penting;

  • uang tunai secukupnya;

  • pakaian seperlunya;

  • nomor kontak keluarga;

  • informasi jalur evakuasi.

BNPB juga memasukkan masker, kacamata pelindung, makanan, minuman, senter, baterai cadangan, uang tunai, dan obat-obatan khusus sebagai bagian dari kesiapan menghadapi erupsi gunung api.

Tidak perlu membawa seluruh isi rumah. Fokus pada barang yang benar-benar diperlukan untuk bertahan dan bergerak cepat.


9. Bagaimana Jika Sedang Berwisata di Pantai?

Jika Anda sedang berada di kawasan pantai Banten atau Lampung ketika aktivitas Anak Krakatau meningkat, jangan langsung menganggap seluruh pantai harus ditinggalkan hanya karena melihat erupsi dari kejauhan.

Sebaliknya, periksa status dan rekomendasi terbaru dari otoritas.

Pada kondisi tertentu, pemerintah dapat menetapkan pembatasan hanya pada kawasan tertentu. Pada kondisi lain, pembatasan dapat diperluas apabila hasil pemantauan menunjukkan adanya peningkatan risiko.

Karena itu, status gunung api dan rekomendasi resmi harus menjadi dasar keputusan perjalanan, bukan jarak visual terhadap gunung.

Jika ada instruksi evakuasi, ikuti instruksi tersebut tanpa menunggu informasi dari media sosial.


10. Bagaimana dengan Aktivitas Kapal dan Penyeberangan?

Erupsi gunung api tidak otomatis berarti seluruh aktivitas pelayaran di Selat Sunda berhenti.

Kondisi pelayaran dapat bergantung pada perkembangan erupsi, sebaran abu, kondisi laut, serta keputusan otoritas terkait.

BNPB dalam pembaruan aktivitas Anak Krakatau pada September 2026 menyebut kondisi transportasi laut di wilayah terdampak masih relatif normal pada saat laporan tersebut dibuat, sementara operator pelayaran dan pengguna jasa tetap diminta mengikuti arahan syahbandar dan instansi berwenang.

Karena kondisi dapat berubah, penumpang sebaiknya memeriksa informasi terbaru sebelum berangkat.

Untuk informasi perjalanan, Anda juga dapat menggunakan fitur TWI seperti:


11. Apa yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Anak Krakatau Erupsi?

Beberapa tindakan terlihat sederhana, tetapi justru dapat meningkatkan risiko.

Jangan:

  • mendekati kawah untuk mengambil foto;

  • memasuki zona yang telah dilarang;

  • menyebarkan berita tsunami yang belum terverifikasi;

  • menggunakan video lama sebagai informasi terkini;

  • mengabaikan instruksi petugas;

  • kembali ke kawasan yang telah dievakuasi tanpa izin;

  • menganggap kondisi aman hanya karena erupsi terlihat kecil;

  • menunggu kepastian dari media sosial sebelum mengikuti perintah evakuasi.

Keselamatan harus lebih penting daripada mendapatkan rekaman erupsi.


12. Bagaimana Jika Berada di Penginapan atau Rumah?

Jika lokasi Anda masih dinyatakan aman dan belum ada perintah evakuasi, tetap tenang dan pantau informasi.

Tutup pintu dan jendela apabila terjadi hujan abu. Gunakan masker ketika harus keluar. Simpan barang penting agar mudah dibawa apabila terjadi perubahan kondisi.

Namun, apabila pemerintah mengeluarkan instruksi evakuasi, jangan menganggap bangunan sebagai tempat berlindung permanen. Segera ikuti jalur evakuasi yang telah ditentukan.


13. Bagaimana Jika Membawa Anak?

Anak-anak memerlukan perhatian khusus saat terjadi erupsi atau proses evakuasi.

Sebelum bepergian ke wilayah yang berpotensi terdampak, pastikan anak mengetahui siapa yang harus diikuti dan apa yang harus dilakukan apabila keluarga terpisah.

Saat evakuasi:

  • jangan biarkan anak berjalan sendiri;

  • prioritaskan anak dalam kelompok keluarga;

  • bawa kebutuhan obat atau perlengkapan khusus;

  • hindari membuat anak panik dengan informasi yang belum pasti;

  • ikuti instruksi petugas.

BNPB juga menekankan pentingnya dukungan khusus bagi anak-anak dan remaja ketika harus berada lebih lama di tempat pengungsian.


14. Apakah Erupsi Anak Krakatau Pasti Menyebabkan Tsunami?

Tidak.

Erupsi dan tsunami merupakan dua kejadian yang berbeda, meskipun aktivitas gunung api dapat menjadi salah satu mekanisme pemicu tsunami.

Salah satu mekanismenya adalah longsoran material gunung api ke laut. Peristiwa 2018 menjadi pengingat bahwa tsunami di Selat Sunda tidak selalu harus diawali gempa bumi besar.

Karena itu, masyarakat pesisir perlu memiliki kesiapsiagaan tsunami, tetapi tidak perlu menyebarkan kepanikan setiap kali terjadi erupsi.

Jika peringatan tsunami resmi dikeluarkan, responsnya jelas: ikuti evakuasi.


15. Apa yang Harus Dilakukan Setelah Erupsi Mereda?

Erupsi yang terlihat mereda bukan berarti seluruh bahaya otomatis hilang.

Tetap perhatikan informasi resmi mengenai:

  • status gunung api;

  • kemungkinan erupsi lanjutan;

  • sebaran abu;

  • kondisi jalur transportasi;

  • kondisi udara;

  • kemungkinan bahaya sekunder;

  • dan keputusan pemerintah mengenai pembukaan kembali kawasan.

Jangan kembali ke zona yang sebelumnya ditutup hanya karena aktivitas visual tampak berkurang.

Tunggu sampai otoritas menyatakan kawasan tersebut aman untuk aktivitas kembali.


Panduan Singkat: Jika Anak Krakatau Erupsi

Jika harus mengingat versi paling sederhananya, gunakan urutan berikut:

1. Jauh dari zona bahaya
Jangan mendekati kawah atau memasuki kawasan yang dilarang.

2. Lindungi diri dari abu
Gunakan masker dan pelindung mata.

3. Pantau informasi resmi
Utamakan PVMBG, BMKG, BNPB, BPBD, dan pemerintah daerah.

4. Siapkan evakuasi
Ketahui jalur, titik kumpul, dan tempat aman.

5. Jika ada perintah evakuasi, segera bergerak
Jangan menunggu informasi dari media sosial.

6. Jangan sebarkan informasi yang belum terverifikasi
Terutama klaim mengenai tsunami.


Pertanyaan yang Sering Dicari

Apakah aman melihat Anak Krakatau saat meletus?

Tidak jika harus mendekati kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona bahaya. Aktivitas erupsi dapat menghasilkan lontaran material dan bahaya lain. Pada Level III saat ini, PVMBG merekomendasikan tidak ada aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas.

Apakah erupsi Anak Krakatau berarti akan terjadi tsunami?

Tidak otomatis. Namun aktivitas gunung api dapat memiliki mekanisme yang berpotensi memicu tsunami, termasuk longsoran material ke laut. Karena itu, masyarakat pesisir tetap harus siap mengikuti peringatan resmi.

Apa yang harus dilakukan jika hujan abu?

Gunakan masker dan kacamata pelindung, kurangi aktivitas di luar ruangan, dan ikuti informasi resmi mengenai sebaran abu.

Apakah harus langsung meninggalkan pantai ketika Anak Krakatau meletus?

Tidak setiap erupsi otomatis berarti seluruh kawasan pantai harus dievakuasi. Ikuti status, rekomendasi, dan instruksi resmi. Namun jika terdapat peringatan evakuasi tsunami, segera menuju jalur atau tempat evakuasi yang telah ditentukan.

Sumber informasi Anak Krakatau yang paling terpercaya apa?

Untuk aktivitas gunung api, prioritaskan PVMBG/Badan Geologi. Untuk informasi tsunami dan gempa, pantau BMKG. BNPB, BPBD, dan pemerintah daerah memberikan informasi kebencanaan serta instruksi lapangan.

Bolehkah membagikan video erupsi Anak Krakatau?

Boleh jika sumber dan waktunya jelas. Jangan menyebarkan video lama sebagai kondisi terbaru atau menambahkan klaim mengenai tsunami tanpa dasar informasi resmi. BNPB pernah mengingatkan mengenai beredarnya video lama Anak Krakatau yang diklaim sebagai kejadian terkini.

Apa yang harus dibawa jika harus mengungsi?

Prioritaskan masker, obat pribadi, air minum, makanan praktis, dokumen penting, senter, baterai atau power bank, dan kebutuhan khusus anggota keluarga.


Kesimpulan

Saat Gunung Anak Krakatau meletus, jangan mendekat, jangan panik, dan jangan mengandalkan informasi yang belum terverifikasi.

Risiko erupsi harus dinilai berdasarkan status dan rekomendasi resmi, bukan berdasarkan seberapa besar letusan terlihat dari kejauhan. Bagi masyarakat pesisir Selat Sunda, kesiapsiagaan terhadap tsunami juga penting karena aktivitas vulkanik memiliki kemungkinan menimbulkan bahaya sekunder tertentu.

Yang paling penting adalah mengetahui zona bahaya, jalur evakuasi, sumber informasi resmi, dan apa yang harus dilakukan jika perintah evakuasi dikeluarkan.

Keselamatan lebih penting daripada mendapatkan foto atau video erupsi.

Sumber resmi

  • PVMBG / Badan Geologi Kementerian ESDM

  • BMKG

  • BNPB

  • BPBD pemerintah daerah

Informasi status dan rekomendasi Gunung Anak Krakatau dapat berubah mengikuti hasil pemantauan. Selalu gunakan informasi resmi terbaru sebelum melakukan perjalanan ke kawasan terdampak.

Menemukan kekeliruan data pada artikel ini? Laporkan kepada kami dan baca kebijakan koreksi kami.

Siap merencanakan liburanmu?

Baca catatan lapangan destinasi lain, atau telusuri artikel riset kami.

Diskusi

Belum ada komentar. Bagikan pendapatmu di bawah.

Komentar ditinjau admin sebelum tampil.

Iklan

Artikel Lainnya