Set-Jetting: Tren Wisata ke Lokasi Syuting Film dan Drama Favorit di Indonesia
Set-jetting, wisata ke lokasi syuting film dan drama, jadi tren global 2026. Kenali fenomena ini dan contoh lokasi syuting populer di Indonesia yang bisa kamu kunjungi.
Set-jetting adalah tren wisata yang sedang melonjak di 2026: mengunjungi lokasi syuting film, serial, atau drama favorit. Istilah ini berasal dari kata set (lokasi syuting) dan jet-setting (bepergian). Diperkuat oleh media sosial seperti Instagram dan TikTok, set-jetting memungkinkan penggemar merasakan langsung suasana tempat yang mereka lihat di layar, menciptakan koneksi emosional antara cerita dan perjalanan nyata.
Kenapa Set-Jetting Begitu Populer?
Set-jetting memadukan nostalgia, petualangan, dan rasa penasaran. Ketika sebuah film atau drama populer, pencarian terhadap lokasi syutingnya ikut melonjak. Tren ini juga sejalan dengan keinginan wisatawan akan pengalaman yang lebih bermakna, bukan sekadar mengunjungi tempat, tetapi menghidupkan kembali momen dari kisah yang mereka cintai.
Iklan
Lokasi Syuting Populer di Indonesia
Indonesia kaya akan lokasi syuting yang menakjubkan dan bisa dikunjungi. Berikut beberapa contoh jenis destinasi yang sering menjadi latar film dan layak masuk daftar set-jetting-mu.
1. Kawasan yang dikaitkan dengan film horor populer
Beberapa film horor terlaris Indonesia mengangkat latar tempat nyata di pedesaan dan hutan, yang kemudian ramai dikunjungi. Selalu hormati adat dan kondisi setempat saat berkunjung.
2. Pulau dan pantai latar film petualangan
Sejumlah film inspiratif berlatar pulau dengan pantai dan formasi batu yang ikonik, menjadikannya destinasi favorit penggemar.
3. Bangunan bersejarah dan kota tua
Gedung kolonial dan kawasan kota tua kerap menjadi latar film bertema sejarah, menawarkan suasana klasik yang fotogenik.
4. Pegunungan dan alam dramatis
Lanskap pegunungan yang megah sering muncul dalam film bertema petualangan dan menjadi incaran para set-jetter.
Tips Set-Jetting yang Bertanggung Jawab
Riset lokasi syuting yang sebenarnya, karena tidak semua adegan diambil di tempat yang terlihat. Hormati penduduk dan lingkungan setempat, terutama jika lokasi berada di permukiman atau kawasan yang dianggap sakral. Patuhi aturan, jaga kebersihan, dan ingat bahwa tempat tersebut adalah ruang nyata bagi masyarakat yang tinggal di sana.
Penasaran dengan lokasi-lokasi ikonik di Indonesia? Jelajahi berbagai destinasi di Tempat Wisata Indonesia, atau baca panduan wisata lainnya untuk merencanakan petualangan set-jetting-mu.
Iklan
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu set-jetting?
Set-jetting adalah tren berwisata ke lokasi syuting film, serial, atau drama favorit untuk merasakan langsung suasana yang dilihat di layar.
Bagaimana menemukan lokasi syuting yang sebenarnya?
Lakukan riset dari sumber tepercaya, karena beberapa adegan bisa diambil di lokasi berbeda dari yang tampak. Hormati selalu kondisi dan aturan setempat.
Penutup
Set-jetting menawarkan cara unik menikmati liburan: menghidupkan kembali kisah favorit di dunia nyata. Selama kamu berkunjung dengan rasa hormat pada masyarakat dan lingkungan setempat, tren ini bisa menjadi pengalaman perjalanan yang tak terlupakan.
Menemukan kekeliruan data pada artikel ini? Laporkan kepada kami dan baca kebijakan koreksi kami.
Siap merencanakan liburanmu?
Baca catatan lapangan destinasi lain, atau telusuri artikel riset kami.
Iklan
Artikel Lainnya

Papeda Papua: Rasa, Tekstur, dan Cerita dari Tanah Sagu
Papeda bukan sekadar bubur sagu. Di Papua, hidangan ini mempertemukan pangan lokal, ikan kuah kuning, kebiasaan makan bersama, dan pengetahuan tentang sagu. Panduan panjang ini membahas rasa, cara makan, bahan, konteks budaya, pilihan lauk, hingga tips wisata kuliner di Jayapura.
Tiang Rumah Gadang Berdiri Miring 1 sampai 4 Derajat di Atas Batu
Rumah gadang tidak punya pondasi yang ditanam ke tanah. Setiap tiangnya berdiri di atas satu lempengan batu dengan kemiringan satu sampai empat derajat, dan seluruh sambungannya memakai pasak tanpa satu pun paku.
Lima Tumbuhan Pewarna Tenun Sumba, dan Tiga yang Bukan Pewarna
Penelitian atas enam puluh perajin tenun ikat di Sumba Timur mencatat dua puluh jenis tumbuhan pewarna, dengan lima yang paling sering dipakai. Dari lima itu, hanya dua yang benar-benar menghasilkan warna. Tiga sisanya mengerjakan hal lain.
