Tempat WisataIndonesia

10 Tempat Wisata di Makassar yang Gratis tapi Tetap Seru dan Instagramable

4 Juli 2026 8 menit baca
10 Tempat Wisata di Makassar yang Gratis tapi Tetap Seru dan Instagramable

Liburan ke Makassar dengan budget tipis? Tenang, banyak tempat wisata di Makassar yang gratis dan tetap seru. Ini daftar lengkapnya plus tips hemat, kelebihan, kekurangan, dan lokasi Google Maps tiap tempat.

Salah satu hal yang saya suka dari Makassar adalah kamu tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk bisa menikmatinya. Berbeda dengan beberapa destinasi yang serba berbayar, banyak tempat terbaik di Kota Daeng justru bisa dinikmati secara cuma-cuma. Modalnya cukup niat jalan-jalan, alas kaki yang nyaman, dan kamera ponsel untuk mengabadikan momen.

Buat kamu yang sedang berhemat, anak kos, atau sekadar tidak ingin liburan jadi beban, saya kumpulkan tempat wisata di Makassar yang gratis berikut ini. Saya juga sertakan kelebihan dan kekurangannya, plus catatan jujur soal biaya tersembunyi seperti parkir dan jajan, karena gratis masuk bukan berarti gratis total, kan?

Pantai Losari

Tidak ada daftar wisata gratis Makassar yang lengkap tanpa Losari. Anjungan tepi laut ini bebas biaya masuk, dan justru di sinilah denyut kota terasa paling hidup, terutama saat sore menjelang matahari terbenam. Kamu bisa duduk berjam-jam, menikmati angin laut, dan menyaksikan langit berubah warna tanpa membayar sepeser pun.

Kalaupun ada pengeluaran, paling untuk jajan pisang epe atau parkir kendaraan. Bawa uang receh secukupnya, dan kamu sudah bisa menikmati salah satu senja terbaik di Indonesia Timur.

Kelebihan:

  • Gratis dan jadi spot matahari terbenam paling ikonik di kota.
  • Lokasi sentral, mudah dijangkau dari mana saja.
  • Banyak jajanan murah di sekitarnya.

Kekurangan:

  • Tetap ada biaya parkir dan godaan jajan.
  • Sangat ramai saat akhir pekan.
  • Panas pada siang hari, paling nyaman menjelang sore.

Lihat lokasi dan foto pengunjung di Google Maps

Masjid 99 Kubah dan Kawasan CPI

Ikon baru Makassar ini bisa kamu nikmati tanpa tiket. Masjid 99 Kubah dengan warna-warninya yang mencolok berdiri gratis untuk dikunjungi, baik untuk beribadah maupun sekadar berfoto. Kawasan Center Point of Indonesia di sekitarnya pun terbuka untuk umum, jadi kamu bisa berjalan-jalan di promenade tepi laut sepuasnya.

Bagi yang berhemat, kombinasi ini sempurna: pemandangan laut, arsitektur ikonik, dan ruang publik luas, semuanya cuma-cuma. Cukup siapkan biaya parkir dan air minum sendiri.

Kelebihan:

  • Landmark kekinian yang gratis dikunjungi.
  • Kawasan tepi laut luas untuk bersantai dan berfoto.
  • Cocok untuk wisata religi sekaligus rekreasi.

Kekurangan:

  • Ramai pengunjung saat sore dan akhir pekan.
  • Area terbuka, panas di siang hari.
  • Perlu menjaga adab karena merupakan tempat ibadah.

Lihat lokasi dan foto pengunjung di Google Maps

Perahu kayu tradisional, ciri khas pesisir Makassar
Perahu kayu tradisional, ciri khas pesisir Makassar

Fort Rotterdam

Wisata sejarah yang nyaris tanpa biaya ada di Fort Rotterdam. Untuk masuk ke benteng tua peninggalan abad ke-17 ini, kamu umumnya hanya diminta mengisi kotak donasi seikhlasnya. Dengan begitu, kamu sudah bisa menjelajahi halaman luas, bangunan kolonial yang megah, dan menyusuri lorong-lorong bersejarahnya.

Ini pilihan tepat untuk mengisi pagi atau sore dengan kegiatan yang murah sekaligus menambah wawasan. Datang lebih pagi agar tidak terlalu panas dan lebih leluasa berfoto.

Kelebihan:

  • Masuk hanya dengan donasi seikhlasnya.
  • Wisata sejarah dan arsitektur dalam satu lokasi.
  • Banyak sudut klasik yang fotogenik.

Kekurangan:

  • Minim peneduh, panas di siang hari.
  • Museum di dalamnya bisa dikenai tiket terpisah yang kecil.
  • Beberapa bagian bangunan menua.

Lihat lokasi dan foto pengunjung di Google Maps

Lego-Lego CPI

Masuk ke kawasan Lego-Lego tidak dipungut biaya, jadi kamu bisa ikut merasakan suasana nongkrong kekinian khas anak muda Makassar tanpa harus belanja. Cukup datang, cari tempat duduk, dan nikmati live music serta hiruk-pikuk yang menyenangkan di tepi laut.

Tentu, godaan jajan di sini besar karena banyak tenant makanan menggoda. Tapi kalau kamu kuat iman, atau membawa bekal sendiri, tempat ini tetap bisa dinikmati nyaris gratis, terutama di malam hari.

Kelebihan:

  • Gratis masuk ke ruang publik kreatif yang sedang hits.
  • Ada hiburan live music di malam hari.
  • Suasana santai dengan pemandangan laut.

Kekurangan:

  • Banyak godaan kuliner yang harganya tidak murah.
  • Ramai dan parkir penuh saat akhir pekan.
  • Kurang nyaman saat hujan karena area terbuka.

Lihat lokasi dan foto pengunjung di Google Maps

Suasana tepi laut yang jadi ruang santai gratis warga kota
Suasana tepi laut yang jadi ruang santai gratis warga kota

Pelabuhan Paotere

Buat yang suka suasana otentik, Pelabuhan Paotere menawarkan tontonan gratis berupa denyut kehidupan maritim Makassar. Deretan kapal kayu phinisi yang bersandar, aktivitas para pelaut, dan latar pelabuhan tua menjadikannya lokasi yang kaya untuk fotografi, tanpa tiket masuk.

Datanglah pagi hari saat aktivitas paling ramai dan cahaya paling bagus. Ingat, ini pelabuhan aktif, jadi tetap jaga sopan santun dan jangan mengganggu pekerjaan warga setempat.

Kelebihan:

  • Gratis dan menyuguhkan pengalaman maritim yang otentik.
  • Surga fotografi dengan latar kapal kayu tradisional.
  • Sarat nilai sejarah dan keseharian Makassar.

Kekurangan:

  • Bukan kawasan wisata resmi, fasilitas minim.
  • Suasana sibuk khas pelabuhan aktif.
  • Kebersihan di beberapa titik kurang terjaga.

Lihat lokasi dan foto pengunjung di Google Maps

Masjid Raya Makassar

Masjid Raya Makassar adalah salah satu masjid bersejarah dan terbesar di kota ini. Selain berfungsi sebagai pusat ibadah, bangunannya yang megah dengan menara tinggi menarik untuk dikunjungi dan diabadikan. Tentu saja, masuk ke masjid tidak dipungut biaya.

Bagi yang ingin menyelipkan wisata religi dalam perjalanan, masjid ini bisa jadi tempat singgah yang tenang dan adem di tengah panasnya kota. Jangan lupa menyesuaikan waktu kunjungan dengan jadwal salat.

Kelebihan:

  • Gratis, dengan bangunan megah yang menarik secara arsitektur.
  • Tempat singgah yang tenang untuk beribadah dan beristirahat.
  • Memiliki nilai sejarah bagi kota Makassar.

Kekurangan:

  • Sebagai tempat ibadah, perlu menjaga ketenangan dan adab.
  • Bukan objek wisata dengan banyak fasilitas hiburan.
  • Ramai pada waktu-waktu salat utama.

Lihat lokasi dan foto pengunjung di Google Maps

Lapangan Karebosi dan Taman Kota

Untuk menikmati keseharian warga Makassar, ruang publik seperti Lapangan Karebosi dan berbagai taman kota adalah pilihan gratis yang menyenangkan. Di pagi atau sore hari, tempat-tempat ini ramai oleh orang berolahraga, anak-anak bermain, dan pedagang kaki lima.

Memang bukan destinasi yang fotogenik luar biasa, tapi di sinilah kamu bisa merasakan ritme kota yang sebenarnya, tanpa perlu mengeluarkan uang. Cocok untuk jogging pagi atau jalan santai sore.

Kelebihan:

  • Gratis dan jadi ruang olahraga serta rekreasi warga.
  • Suasana lokal yang otentik dan hidup.
  • Banyak jajanan murah di sekitarnya.

Kekurangan:

  • Bukan objek wisata utama, lebih ke ruang publik biasa.
  • Kebersihan dan kenyamanan bervariasi.
  • Panas di siang hari, paling nyaman pagi atau sore.

Lihat lokasi dan foto pengunjung di Google Maps

Sedikit tips hemat dari saya: manfaatkan transportasi online atau angkutan kota untuk berpindah antar tempat, bawa botol minum sendiri karena Makassar cukup panas, dan jadikan kuliner kaki lima seperti coto, pisang epe, atau es pisang ijo sebagai pengganti makan di tempat mahal. Dengan begitu, liburanmu tetap seru tanpa bikin dompet menjerit.

Mau cari ide destinasi hemat lainnya di Indonesia? Putar Roda Wisata di Tempat Wisata Indonesia, atau baca tips liburan hemat dan panduan lainnya.

Menyusun Anggaran Liburan Hemat di Makassar

Berlibur ke Makassar dengan anggaran tipis sangat mungkin dilakukan, asalkan kamu paham di mana letak pengeluaran utama. Tempat-tempat ikonik seperti Pantai Losari, Masjid 99 Kubah, dan kawasan tepi laut bisa dinikmati tanpa tiket masuk, sehingga pos terbesar biasanya justru ada pada transportasi dan makan. Dengan mengandalkan angkutan kota atau transportasi daring dan kuliner kaki lima, total biaya harian bisa ditekan jauh lebih rendah dibanding destinasi wisata populer lainnya.

Sebagai gambaran, satu hari penuh menjelajahi tempat-tempat gratis di Makassar umumnya hanya memerlukan biaya untuk transportasi antar lokasi, parkir, dan makan tiga kali di warung lokal. Jika kamu menginap di losmen atau penginapan sederhana dan berbagi biaya dengan teman, liburan beberapa hari di Kota Daeng tetap bisa terasa ringan di kantong.

Trik lainnya, manfaatkan waktu sebaik-baiknya: kunjungi tempat-tempat dalam kota pada pagi dan sore hari saat udara lebih sejuk, dan jadikan jam siang yang terik untuk beristirahat atau menikmati kuliner. Dengan strategi sederhana ini, kamu bisa pulang membawa banyak kenangan tanpa menguras tabungan.

Tips Wisata Hemat di Makassar

Kunci berwisata hemat di Makassar adalah pintar mengatur rute dan pengeluaran kecil. Kelompokkan tempat-tempat gratis yang berdekatan dalam satu hari, misalnya menyusuri kawasan tepi laut dari Fort Rotterdam, Pantai Losari, hingga Masjid 99 Kubah di CPI, agar biaya transportasi bisa ditekan. Manfaatkan angkutan kota atau transportasi daring yang terjangkau untuk berpindah antar lokasi yang lebih jauh.

Untuk urusan makan, andalkan kuliner kaki lima legendaris yang lezat sekaligus ramah kantong. Semangkuk coto, sepiring pisang epe, atau segelas es pisang ijo bisa jadi pengalaman kuliner otentik tanpa menguras dompet. Bawa pula botol minum sendiri karena udara Makassar cukup panas dan kamu akan banyak berjalan kaki.

Satu hal yang sering terlupa: meski masuk ke banyak tempat gratis, siapkan uang receh untuk biaya parkir dan donasi seikhlasnya di lokasi seperti Fort Rotterdam. Datang pada pagi atau sore hari juga membuat pengalamanmu lebih nyaman karena terhindar dari terik matahari siang. Dengan sedikit perencanaan, liburan hemat di Makassar tetap bisa terasa kaya dan berkesan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apa saja tempat wisata gratis di Makassar?

Beberapa yang populer dan gratis antara lain Pantai Losari, Masjid 99 Kubah, kawasan CPI dan Lego-Lego, Fort Rotterdam (donasi), Pelabuhan Paotere, dan berbagai taman kota. Sebagian besar hanya membutuhkan biaya parkir atau jajan.

Apakah benar-benar tidak ada biaya sama sekali?

Masuk ke lokasinya memang gratis, tetapi biasanya tetap ada biaya kecil seperti parkir kendaraan dan jajan. Untuk wisata pulau, biaya utama justru di sewa perahu, sehingga tidak termasuk kategori gratis.

Bagaimana cara berhemat saat wisata di Makassar?

Gunakan transportasi umum atau online, bawa air minum sendiri, pilih kuliner kaki lima yang murah dan lezat, serta fokus pada tempat-tempat gratis seperti Losari, masjid ikonik, dan ruang publik tepi laut.

Ternyata, liburan ke Makassar tidak harus mahal. Dengan memanfaatkan tempat-tempat gratis di atas, kamu tetap bisa menikmati laut, sejarah, dan suasana kota yang hangat tanpa menguras tabungan. Kuncinya cuma satu: pintar mengatur pengeluaran kecil seperti parkir dan jajan. Selamat berhemat sambil tetap bahagia!

Iklan

Siap merencanakan liburanmu?

Susun itinerary dan hitung estimasi budget hanya dalam beberapa klik.

Diskusi (0)

Belum ada komentar. Bagikan pendapatmu di bawah.

Komentar ditinjau admin sebelum tampil.

Artikel Lainnya