Tempat WisataIndonesia

Tempat Wisata di Makassar Terbaru yang Lagi Hits dan Wajib Dikunjungi

3 Juli 2026 8 menit baca
Tempat Wisata di Makassar Terbaru yang Lagi Hits dan Wajib Dikunjungi

Cari referensi tempat wisata di Makassar terbaru yang sedang hits? Dari Lego-Lego CPI, Masjid 99 Kubah, sampai pulau dan pantai kekinian, ini ulasan lengkapnya beserta kelebihan, kekurangan, dan lokasi Google Maps.

Makassar tidak pernah benar-benar diam. Setiap kali saya kembali, selalu saja ada spot baru yang tiba-tiba ramai diperbincangkan di media sosial. Kawasan reklamasi di tepi laut berubah menjadi ruang publik kekinian, masjid berdesain berani jadi ikon dadakan, dan pulau-pulau kecil mulai naik daun di kalangan pemburu konten. Kota Daeng pelan-pelan bersolek menjadi destinasi yang jauh lebih hidup.

Nah, kalau kamu sudah pernah ke Losari dan Fort Rotterdam dan ingin sesuatu yang lebih segar, daftar tempat wisata di Makassar terbaru berikut ini layak kamu coba. Saya tuliskan apa adanya, lengkap dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing, supaya kamu tidak kecewa karena ekspektasi yang kelewat tinggi gara-gara foto di internet.

Lego-Lego Center Point of Indonesia (CPI)

Inilah primadona baru anak muda Makassar. Lego-Lego adalah ruang publik kreatif di kawasan Center Point of Indonesia yang menggabungkan area nongkrong, deretan tenant makanan dan minuman, panggung musik, sampai instalasi seni warna-warni. Begitu matahari mulai turun, tempat ini berubah ramai oleh keluarga, komunitas, dan muda-mudi yang datang untuk bersantai sambil menikmati angin laut.

Yang membuatnya menyenangkan adalah suasananya yang santai dan terbuka. Kamu bisa duduk lesehan, mendengarkan live music, mencicipi jajanan, lalu menutup malam dengan pemandangan lampu kota yang memantul di laut. Cocok untuk yang ingin merasakan sisi modern dan muda dari Makassar.

Kelebihan:

  • Ruang publik kekinian dengan banyak pilihan kuliner dalam satu tempat.
  • Ada live music dan instalasi seni, hidup terutama di malam hari.
  • Akses gratis untuk masuk areanya, tinggal bayar apa yang kamu beli.

Kekurangan:

  • Sangat ramai di malam akhir pekan, sehingga parkir bisa sulit.
  • Harga makanan dan minuman di beberapa tenant tergolong kekinian alias tidak murah.
  • Area terbuka, jadi kurang nyaman saat gerimis atau hujan.

Lihat lokasi dan foto pengunjung di Google Maps

Masjid 99 Kubah (Asmaul Husna)

Bisa dibilang inilah landmark terbaru yang paling sukses mencuri perhatian Makassar. Masjid 99 Kubah dirancang oleh arsitek kondang dengan konsep yang sama sekali tidak biasa: alih-alih kubah tunggal yang besar, masjid ini memiliki 99 kubah berukuran beragam yang melambangkan Asmaul Husna, 99 nama indah Allah. Warnanya pun berani, gradasi merah ke jingga dan kuning yang langsung tertangkap mata dari kejauhan.

Berdiri di tepi laut kawasan CPI, masjid ini paling cantik dinikmati menjelang senja, ketika warna kubahnya berpadu dengan langit jingga. Tak heran tempat ini cepat sekali jadi magnet foto sekaligus destinasi religi baru kota.

Kelebihan:

  • Desain paling ikonik dan modern di antara masjid-masjid di Makassar.
  • Berada tepat di tepi laut dengan panorama matahari terbenam.
  • Gratis dan terbuka untuk umum, bukan sekadar objek foto tapi juga tempat ibadah.

Kekurangan:

  • Padat pengunjung saat akhir pekan dan jam menjelang magrib.
  • Lingkungan sekitar masih dalam tahap pengembangan.
  • Area terbuka tanpa banyak peneduh, terasa panas di siang hari.

Lihat lokasi dan foto pengunjung di Google Maps

Wajah Kota Makassar yang terus bersolek di tepi laut
Wajah Kota Makassar yang terus bersolek di tepi laut

Kawasan Waterfront Center Point of Indonesia

Center Point of Indonesia, atau CPI, adalah kawasan reklamasi luas yang kini menjelma menjadi pusat ruang publik baru Makassar. Di sinilah berkumpul Masjid 99 Kubah, Lego-Lego, plaza, dan promenade tepi laut yang lapang. Berjalan-jalan sore di area ini terasa berbeda dari Losari yang klasik, lebih modern, lega, dan tertata.

Banyak warga datang untuk berolahraga, bersepeda, atau sekadar duduk menikmati laut. Karena masih terus dikembangkan, kawasan ini punya potensi besar untuk jadi pusat wisata kota di masa depan. Untuk sekarang, ia sudah cukup menyenangkan sebagai tempat melepas penat.

Kelebihan:

  • Ruang publik luas dan modern di tepi laut, cocok untuk jalan santai dan olahraga.
  • Menyatukan beberapa ikon baru kota dalam satu kawasan.
  • Gratis dan lapang, tidak sepadat Losari.

Kekurangan:

  • Sebagian fasilitas masih dalam pembangunan.
  • Minim pohon peneduh sehingga panas di siang hari.
  • Untuk berkeliling area yang luas, sebaiknya tidak berjalan kaki saat terik.

Lihat lokasi dan foto pengunjung di Google Maps

Pulau Kodingareng Keke

Kalau Samalona sudah terlalu ramai, Pulau Kodingareng Keke jadi alternatif yang makin diburu. Pulau tak berpenghuni ini punya hamparan pasir putih bersih dan air laut yang sangat jernih, surga untuk snorkeling dan berfoto. Karena tidak ada permukiman, suasananya jauh lebih sepi dan privat, seakan punya pulau sendiri.

Bawah lautnya cantik, dengan terumbu karang dan ikan beraneka warna. Banyak pemburu konten dan pencinta diving menjadikannya tujuan day trip dari Makassar. Karena fasilitasnya nyaris tidak ada, kamu perlu membawa bekal dan perlengkapan sendiri.

Kelebihan:

  • Pasir putih dan air sangat jernih, ideal untuk snorkeling dan foto.
  • Suasana sepi dan privat karena tak berpenghuni.
  • Cocok untuk day trip singkat dari Makassar.

Kekurangan:

  • Tanpa fasilitas, jadi harus membawa makanan, minuman, dan perlengkapan sendiri.
  • Biaya sewa perahu cukup terasa, terutama untuk rombongan kecil.
  • Sangat bergantung cuaca; laut berombak bisa membatalkan rencana.

Lihat lokasi dan foto pengunjung di Google Maps

Pantai dan laut yang jadi pelarian akhir pekan warga kota
Pantai dan laut yang jadi pelarian akhir pekan warga kota

Pantai Galesong

Sedikit di luar batas kota, tepatnya di Takalar, kawasan Pantai Galesong belakangan naik daun berkat bermunculannya tempat-tempat santai bergaya pantai yang kekinian. Hanya sekitar satu jam berkendara dari Makassar, kawasan ini menawarkan suasana pesisir yang lebih lepas, lengkap dengan area bersantai menghadap laut dan sajian kuliner.

Tempat ini cocok untuk yang ingin merasakan sore di tepi pantai sambil menikmati hidangan, jauh dari padatnya pusat kota. Karena lokasinya di luar kota, sebaiknya atur waktu perjalanan agar tidak kemalaman di jalan.

Kelebihan:

  • Suasana pantai yang lebih santai dan lepas dibanding objek dalam kota.
  • Banyak tempat bersantai kekinian menghadap laut.
  • Jarak tempuh dari Makassar masih tergolong dekat.

Kekurangan:

  • Berada di luar kota, butuh perjalanan sekitar satu jam.
  • Sebagian fasilitas dikelola swadaya dengan kualitas bervariasi.
  • Ramai saat akhir pekan dan libur panjang.

Lihat lokasi dan foto pengunjung di Google Maps

Hutan Kota dan Taman Tepi Laut

Untuk pelarian hijau yang gratis di tengah kota, ruang-ruang terbuka seperti taman tepi laut dan hutan kota makin sering jadi pilihan. Tempat-tempat ini cocok untuk jogging pagi, piknik keluarga, atau sekadar duduk menikmati suasana tanpa harus mengeluarkan biaya. Makassar terus menambah dan membenahi ruang publik semacam ini.

Memang tidak se-spektakuler ikon-ikon besar, tapi justru di sinilah kamu bisa melihat keseharian warga kota yang santai. Datang pagi atau sore hari saat udara lebih bersahabat.

Kelebihan:

  • Gratis dan jadi ruang hijau untuk bersantai atau berolahraga.
  • Cocok untuk keluarga dan kegiatan pagi atau sore.
  • Memberi sisi keseharian Makassar yang lebih tenang.

Kekurangan:

  • Fasilitas dan kebersihan bervariasi antar lokasi.
  • Kurang menarik bagi yang mencari atraksi wisata utama.
  • Panas di siang hari, paling nyaman pagi atau menjelang sore.

Lihat lokasi dan foto pengunjung di Google Maps

Itulah beberapa tempat wisata di Makassar terbaru yang sedang ramai dibicarakan. Tren memang cepat berubah, jadi tidak ada salahnya sesekali mengecek info terkini sebelum berkunjung, terutama soal jam operasional dan kondisi tempat. Tapi satu hal yang pasti, Makassar punya banyak wajah baru yang layak dijelajahi.

Ingin menemukan destinasi hits lainnya di Indonesia? Coba Roda Wisata di Tempat Wisata Indonesia, atau baca tips dan panduan perjalanan lainnya.

Mengikuti Geliat Wisata Baru Makassar

Salah satu hal yang menarik dari Makassar adalah kecepatannya berbenah. Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan reklamasi Center Point of Indonesia menjelma menjadi pusat tumbuhnya ruang publik modern, sementara kafe, restoran, dan tempat nongkrong bertema laut terus bermunculan di berbagai sudut. Pemerintah kota pun aktif menata kawasan tepi pantai agar lebih ramah bagi pejalan kaki dan keluarga.

Pergeseran ini membuat wajah wisata Makassar tidak lagi hanya bertumpu pada ikon lama, tetapi juga pada pengalaman yang lebih segar dan kekinian. Bagi wisatawan muda, inilah daya tarik utamanya: bisa menikmati senja di tepi laut, berfoto di instalasi seni, lalu berburu kuliner kekinian, semuanya dalam satu kawasan yang terus tumbuh. Suasana ini menjadikan Makassar terasa lebih hidup dari tahun ke tahun.

Tentu, karena banyak tempat ini masih tergolong baru, sebagian fasilitas pendukung belum sepenuhnya matang. Namun justru di situlah keseruannya: kamu seperti menyaksikan langsung sebuah kota yang sedang menemukan bentuk barunya. Jadi jangan heran jika tahun depan akan muncul lagi spot baru yang belum ada hari ini, sebuah alasan kuat untuk terus kembali ke Kota Daeng.

Tips Menikmati Spot Terbaru Makassar

Sebagian besar destinasi kekinian Makassar, terutama kawasan tepi laut seperti Center Point of Indonesia dan Lego-Lego, paling hidup pada sore hingga malam hari. Karena itu, atur jadwalmu agar tiba menjelang senja, ketika suhu sudah lebih bersahabat dan pemandangan matahari terbenam berada di puncak keindahannya. Untuk wisata pulau seperti Kodingareng Keke, justru sebaliknya, berangkatlah pagi hari saat laut masih tenang dan cahaya paling bagus untuk berfoto.

Karena tren wisata cepat berubah, ada baiknya mengecek informasi terbaru soal jam operasional dan kondisi tempat melalui media sosial sebelum berkunjung, terutama untuk kafe atau spot yang dikelola swasta. Siapkan juga ruang penyimpanan ekstra di ponsel atau kamera, karena tempat-tempat ini memang dirancang untuk diabadikan dari berbagai sudut.

Soal anggaran, masuk ke sebagian besar ruang publik memang gratis, tapi godaan kuliner kekinian dan biaya parkir tetap perlu diperhitungkan. Jika berkunjung di akhir pekan, datang lebih awal akan menyelamatkanmu dari berebut tempat parkir dan keramaian yang membludak. Terakhir, kenakan pakaian yang nyaman dan santai, karena banyak dari aktivitas ini melibatkan berjalan kaki dan bersantai di area terbuka tepi laut yang luas.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apa tempat wisata terbaru di Makassar yang sedang hits?

Beberapa yang sedang populer antara lain Lego-Lego CPI, Masjid 99 Kubah, kawasan waterfront Center Point of Indonesia, serta pulau seperti Kodingareng Keke. Spot-spot ini ramai diperbincangkan di media sosial.

Apakah tempat wisata terbaru di Makassar berbayar?

Banyak di antaranya, seperti Lego-Lego, Masjid 99 Kubah, dan kawasan CPI, bisa diakses gratis dan kamu hanya membayar makanan atau aktivitas tambahan. Untuk wisata pulau, biaya utama ada di sewa perahu.

Kapan waktu terbaik mengunjungi spot terbaru di Makassar?

Sore hingga malam hari adalah waktu favorit, terutama untuk kawasan tepi laut seperti CPI dan Lego-Lego yang hidup saat senja. Untuk wisata pulau, pilih pagi hari di musim kemarau saat laut tenang.

Perkembangan wisata Makassar membuktikan kota ini serius berbenah. Dari ruang publik modern sampai pulau-pulau yang mulai dikenal, selalu ada alasan baru untuk datang kembali. Jadi, kalau kunjungan terakhirmu sudah lama, mungkin ini saatnya melihat wajah baru Kota Daeng.

Iklan

Siap merencanakan liburanmu?

Susun itinerary dan hitung estimasi budget hanya dalam beberapa klik.

Diskusi (0)

Belum ada komentar. Bagikan pendapatmu di bawah.

Komentar ditinjau admin sebelum tampil.

Artikel Lainnya