Wisata Alam Papua Barat
Wisata Alam Papua Barat
Wisata Alam Papua Barat dari sekian banyak obyek Wisata Papua Barat yang sangat terkenal yaitu Obyek wisata alam Teluk Triton
Wisata Alam Teluk Triton
Lokasi: Kabupaten Kaimana, Papua Barat
Keindahan Wisata Alam Papua Barat dan bawah air yang dikenal sebagai sorga bawah laut ,Warisan budayanya, Pemandangan situs lukisan kuno di tebing karang ,Pemandangan langka berupa atraksi mamalia raksasa di sekitar perairan Selengkapnya kunjungi Teluk Triton dan Obyek wisata Papua Barat lainnya
Wisata alam juga menjadi salah satu andalan Papua Barat, seperti Taman Nasional Teluk Cenderawasih yang berlokasi di kabupaten Teluk Wondama. Taman Nasional ini membentang dari timur Semenanjung Kwatisore sampai utara Pulau Rumberpon dengan panjang garis pantai 500 km, luas darat mencapai 68.200 ha, luas laut 1.385.300 ha dengan rincian 80.000 ha kawasan terumbu karang dan 12.400 ha lautan.
Obyek Wisata Papua Barat
Disamping itu baru-baru ini, ditemukan Wisata Alam Papua Barat sebuah gua yang diklaim sebagai gua terdalam di dunia oleh tim ekspedisi speologi Perancis di kawasan Pegunungan Lina, Kampung Irameba, Distrik Anggi, Kabupaten Manokwari. Gua ini diperkirakan mencapai kedalaman 2000 meter. Kawasan pegunungan di Papua Barat masih menyimpan misteri kekayaan alam yang perlu diungkap.
- * Perairan Raja Ampat
- * Pulau Mansinam
- * Situs Purbakala Tapurarang
- * Teluk Triton
Namun demikian, bangsa ini patut pula khawatir karena menurut para ahli, Indonesia diklasifikasikan sebagai kawasan yang keragaman hayatinya terancam (threatened hotspots). Salah satu keragaman hayati yang masuk threatened hotspots itu adalah Papua Barat. Salah satu di antara daerah rawan di wilayah ini adalah kawasan konservasi laut Raja Ampat dengan keindahan panorama biota laut dan terumbu karang yang mulai hancur. Juga, kawasan cagar alam pegunungan Arfak di Manokwari dengan kupu-kupu sayap burung (bird-wing butterfly) dari spesies Ornithoptera-spp dan Trides-spp yang di-klaim beberapa peneliti telah langka di pegunungan itu.
Saat ini, Propinsi Papua Barat telah ditetapkan sebagai salah satu destinasi Wisata Alam Indonesia di tanah air oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata dan Budaya Republik Indonesia. Hal ini tentu amat membanggakan. Namun, apa sebenarnya tujuan dan tolok ukur sebuah daerah dijadikan destinasi pariwisata oleh pemerintah? Dan sejauh mana Pemerintah Daerah Papua Barat merespon “niat baik pemerintah pusat tersebut?
Wisata Alam di Rimba Papua Barat
Dalam pengertian pariwisata modern, yakni wisata yang berbasis ramah lingkungan, pemanfaatan potensi lokal dan kepedulian kelestarian alam menjadi faktor terdepan sebagai tujuan wisata. Dengan dasar itu, adalah sangat tepat jika Tempat Wisata Indonesia bagian Papua Barat menawarkan diri sebagai destinasi ekowisata. Berbeda dengan konsep pariwasata konvensional seperti di Bali dan beberapa daerah lain di tanah air, tentu perlakuan terhadap pengelolaan kepariwisataan di Papua bersifat khusus. Secara umum, dampak positif dari pariwisata konvensional yang paling besar adalah multi-player effect peningkatan ekonomi kepada masyarakat. Namun, seiring pula kegiatan kepariwisataan membawa dampak negatif yakni kerusakan lingkungan dan adanya transfer budaya luar yang cenderung diterima begitu saja tanpa proses filterisasi.
Ekowisata sebagai inti paradigma pariwisata modern saat ini dapat memberikan jawaban dari persoalan kerusakan lingkungan akibat kegiatan wisata. Ekowisata berwawasan pelestarian lingkungan, kepedulian terhadap budaya lokal dan pemanfaatan potensi alam yang bertanggung jawab. Hal itu karena wisatawan yang akan melakukan tour ekowisata berasal dari berbagai latar belakang ilmu mulai dari peneliti, lembaga atau institusi sampai kepada peminat fotografi alam liar dan pecinta lingkungan.
Oleh karena itu, program Wisata Alam Papua Barat dunia kepariwisataan di Indonesia yang digaungkan Menteri Kebudayaan dan Pariwista setidaknya harus memperhatikan pola pembangunan berkelanjutan (sustainable development), serta pengelolaan pariwisata dengan konsep pelestarian lingkungan berbasis masyarakat. Hal inilah yang menjadi program utama jajaran instansi Pemerintah Daerah Papua Barat demi penyelamatan laut, hutan dan budaya Papua serta kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh, baik dalam jangka menengah maupun untuk jangka panjang.
Bagi pelaku ekowisata, yang paling penting adalah obyek apa yang menjadi pilihan untama dalam mengunjungi suatu tempat. Wisata Alam Papua Barat bahari tentu memiliki standar keunikan berbeda antara penggemar hutan dengan penyelam. Wisatawan yang ingin menikmati kehidupan laut akan dengan puas mengunjungi perairan Laut Raja Ampat yang kaya dengan biota laut, terumbuh karang dan ikan yang terkandung di dalamnya. Begitu pula ekowisata hutan yang menjadi rumah dari beragam flora dan faunanya akan banyak diminati oleh para ilmuwan untuk obyek penelitian. Dan hal itu semua ada di Papua.
Yoris Wanggai, salah seorang pelaku pariwisata di Manokwari mengatakan arus kunjungan wisatawan yang datang meneliti atau sekedar menikmati panorama alam di kawasan pegunungan Arfak dari waktu ke waktu meningkat atau hampir dipastikan tidak putus-putusnya. “Awal Agustus lalu saya mengantar 11 orang Scandinavia, mereka datang mengamati burung dan kupu-kupu, ujar Yoris kepada E-I. Ditambahkannya lagi bahwa dia juga sudah beberapa kali mengantar turis Belanda, Jepang, Cina, Perancis dan Eropa Timur. Ada yang tertarik mau lama-lama Wisata Alam Papua Barat di kawasan Danau Anggi, namun karena keterbatasan visa turis sehingga niat itu mereka urungkan,“ lanjut pria yang fasih berbahasa Inggris dan Belanda ini.
Menurut Kepala Dinas Pariwsata dan Kebudayaan Papua Barat, Drs. Frans Kosama, saat ini pemerintah memprioritaskan beberapa program utama di antaranya pembenahan berbagai sarana penunjang sektor dunia pariwisata di Papua Barat. Sementara ini, yang dilakukan antara lain pengembangan infrastruktur seperti fasilitas umun jalan, perluasan bandara-bandara, fasilitas umum di obyek-obyek wisata, pemugaran cagar sejarah, program sosialisasi sadar wisata, program promosi budaya dan pariwisata dan sebagainya. Ujar Frans Kosama. “Kami juga meminta agar masyarakat Papua Barat menunjang program pemerintah untuk menyambut Papua Barat sebagai salah satu yang dipilih oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata sebagai destinasi pariwisata di kawasan timur Indonesia dan kita sambut Visit Indonesia Year 2008-2009, lanjut dia.
“Tawaran ekowisata saat ini sangat layak di Papua khususnya di Propinsi Papua Barat yang sangat kaya obyek wilayah alam dan cocok untuk penelitian. Mulai dari laut sampai gunung dan kehidupan flora fauna ada di sini, ungkap Drs. Frans Kosama saat ditemui E-I di kantornya di Manokwari, Papua Barat.
Dalam pelaksanaan program kepariwisataan Wisata Alam Papua Barat di wilayahnya, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Papua Barat bekerjasama dengan berbagai elemen masyarakat, tidak terkecuali instansi pemerintah lainya. Intansi swasta, termasuk perguruan tinggi seperti Unipa (Universitas Negeri Papua) juga tidak luput diajak berkolaborasi melakukan penelitian dasar dan mengkajian dari sisi pemanfaatan sektor Wisata Alam Papua Barat pariwisata.
“Dan, yang terpenting adalah gaung ekowisata yang kami tawarkan ini sekaligus sebagai misi Penyelamatan Bahari dan
Beberepa lokasi yang pas dijadikan tujuan ekowisata di Papua Barat antara lain perairan Laut Raja Ampat, Kaimana, Fak-fak denganWisata Alam Papua Barat terumbuh karang dan biota lautnya tremasuk spesies ikan duyung, cagar alam pegunungan Arfak, Pantai Bakaro, hutan lindung Gunung Meja, danau Anggi Giji dan Anggi Gita di Manokwari, Taman Nasional Teluk Cendrawasi di Kabupaten Teluk Wondama dan Nabire Papua, kawasan hutan mangrove Cagar Alam Teluk Bintuni, sejumlah peninggalan situs prasejarah seperti di Kaimana dan sekitarnya. Juga cagar budaya sejumlah suku asli Sekar di Kaimana, suku Sough, Meyakh di Manokwari, suku Wamesa di Teluk Wondama dimana setiap suku memiliki kekayaan tradisi dan bahasa berbeda satu dengan lainnya.

Link http://tempatwisataindonesia.com/arsip-situs/wisata-alam-papua-barat.html